Tampilkan postingan dengan label BOOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOOK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juni 2014

Novel Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990

Review kali ini adalah review novel yang bikin heboh sejagad twitter hehehe eh lebay ya? Tapi menurut pengamatanku di twitter, novel ini emang paling ditunggu dan waktu baru rilis ya… agak susah dicari karena cepet banget sold out hehehe.



“Cinta itu indah, jika bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan.”


Iya, cinta itu indah. Indah banget seperti yang diceritakan di Novel ini. Dilan, dia adalah dilanku tahun 1990 karya Pidi Baiq (selanjutnya disebut Ayah yaa). Sejujurnya ini novel pertama Ayah yang aku baca, sebelumnya aku cuma ‘kenal’ tulisan-tulisannya Ayah dari blog dan twitternya aja. Awalnya cerita tentang Dilan ini aku baca di blognya Ayah dan aku nunggu-nunggu banget gimana jadinya kalau cerita itu dibuat buku, pasti keren.


Ternyata benar!


Jadi, novel ini bercerita tentang cinta-cintaan anak SMA di kota Bandung tahun 1990. Tentu aja kalau dibandingkan sama cinta-cintaan anak SMA masa kini ya bakal beda. Apalagi mengambil latar tempat di kota Bandung, tahun 1990an lagi, waktu Palaguna masih kece dan BIP baru buka. Pokoknya di novel ini, Ayah mendeskripsikan Bandung tahun 1990 dengan sangat baik. Buat orang yang tinggal atau pernah tinggal di Bandung, ngebayangin Bandung tempo dulu bikin senyum-senyum sendiri hehehe. Pasar kordon… baso akung…. Lodaya… Jadi ingin ngerasain Bandung 20 tahun lalu yang Paris van Java banget.


Novel ini tentang cinta-cintaannya Milea dan Dilan. Dimulai waktu Milea pindah sekolah ke Bandung dan kenal dengan laki-laki aneh bernama Dilan. ‘Keanehan’ Dilan, menurutku jadi sesuatu yang bikin cerita cinta Milea dan Dilan jadi manis banget. Dilan mendekati Milea dengan cara-cara yang nggak biasa, Misalnya waktu pertama mereka bertemu, Dilan nggak mengajak kenalan tapi malah meramal Milea, katanya Milea akan bertemu dengannya di kantin. Kemudian Dilan juga mengirimkan coklat buat Milea lewat tukang koran, tugang pos, dll. Mengirim tukang pijat waktu Milea sakit, dan yang paling unik menurutku adalah mengirim TTS yang sudah diisi dan diselipkan sepucuk surat di dalamnya.

“SELAMAT ULANG TAHUN, MILEA.

INI HADIAH UNTUKMU, CUMA TTS.

TAPI SUDAH KUISI SEMUA.

AKU SAYANG KAMU

AKU TIDAK MAU KAMU PUSING

KARENA HARUS MENGISINYA.

DILAN!”
Pokoknya masih banyak lagi cara-cara ajaibnya Dilan yang out of the box untuk membuat Milea (dan aku) jatuh cinta. 


Benar-benar cerita cinta yang nggak muluk-muluk, nggak bertebaran kalimat yang manis-manis gombal tapi ngena banget di hati. Serius deh ini novel berkali-kali bikin aku tutup buku dulu sebentar buat senyum-senyum busuk dan ngegumam “Ih… kok…”


Novel ini diceritakan dari sudut pandangnya Milea, tokoh utama perempuan. Dengan begini, tokoh Dilan terkesan semakin misterius dan bikin penasaran.


Sayangnya, aku nggak terbiasa baca dialog yang langsung kayak gini:

“he he he. Kenapa mikirin aku?” kutanya.

“Aku hanya mikir yang senang-senang.”

“kamu senang mikirin aku?”

“malah bingung sih”

“bingungnya?”

“bingung bagaimana kuhentikan.”

“menghentikan apa?”

“mikirin kamu”
Meskipun diatasnya udah ada keterangan ‘kutanya’, tapi kadang malah jadi bingung sendiri, ini yang lagi ngomong tuh siapa.


Baca novel ini bikin kangen masa SMA, covernya SMA banget, tulisan ‘DILAN’-nya mengingatkan aku sama coretan-coretan di dinding jaman SMA hehehe. Oh, iya, di dalamnya juga ada ilustrasi-ilustrasi yang dibuat sendiri oleh Ayah. 

  

Novel ini aku rekomendasikan buat kamu kamu yang pengin ngerasain sensasi senyum-senyum sendiri waktu jatuh cinta, buat kamu yang ingin baca cerita cinta tapi nggak mau lebay tapi ngena, buat kamu yang suka sesuatu yang sederhana tapi bikin bahagia. 

Nih, aku kasih bocoran lagi biar kamu kamu pada penasaran (dan jatuh cinta) sama cerita yang ada di novel ini. 

 


Eh iya, aku rekomendasikan juga buat kamu kamu yang lagi pedekate dan perlu trik buat bikin gebetan kamu jatuh cinta. Trust me, it works!


“…jangan rindu.”

“Kenapa?”

“Berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja.”


Selamat membaca!

:)

Selasa, 10 Juni 2014

Novel Seruak


Novel Seruak ini bikin aku kaget. Pertama, kaget karena ternyata tebalnya ada lah 2cm, dan lebih kaget lagi pas buka bukunya. Edan! Ini tulisannya kecil-kecil banget kayak baca Alkitab hehehe. Ceritanya makan 433 halaman, sisanya ya perintilan kayak kata pengantar dll. Novel ini aku baca satu hari lebih dikiiit, cuma disisakan beberapa bab terakhir karena udah ngantuk banget. Sampai-sampai adikku bilang “Baca apa sih? Betah banget!”






Emang, Seruak ini bikin betah bacanya!

Jadi, ceritanya tentang sekelompok mahasiswa yang ikut KKN (Kuliah Kerja Nyata) di desa Angsawengi. Bukan KKN biasa karena KKN ini ujungnya bencana. Arbil, Fabyan, Mada, Yanto, Chamae, Jiana, India, Lula, Faye, Bonie, dan Nina.

Biar aku tebak, mungkin beberapa kejadian yang ada di Seruak, dialami sendiri sama penulisnya (Vinca Callista). Salah satunya acara kenduri yang ada di awal novel. Aku pernah baca itu di tumblrnya Vinca (aku salah satu followers tumblr-nya :p), kalau gak salah kejadian itu waktu hari pertama dia KKN di Cintaratu.

Semua tokoh punya sifat masing-masing, dan menurutku semua karakternya kuat banget. Maksudnya, pembedaan antara karakter satu dan yang lainnya jelas, baik dari gestur, cara bicara, dan ciri khas penampilan. Detail banget, bagaimana latar belakang seseorang itu ngaruh sama cara dia bicara dan jalan pikirannya dia, terbukti setelah baca Seruak.

Sebelum baca Seruak, aku pernah baca karya Vinca yang lainnya yaitu Semburat Senyum Sore dan Dunsa. Dari kedua novel itu, aku pikir Vinca nggak pernah main-main kalau bikin tokoh, sepertinya tiap tokoh diriset terlebih dahulu hehehe. Misalnya soal nama tokoh yang punya arti sesuai dengan karakternya di novel Dunsa. Nah, kalau di Seruak, arti nama tokoh ini nanti ada hubungannya dengan plot cerita. Hahaha baiknya kamu baca sampai selesai!

Oh ya, masih soal nama. Setiap tokoh punya nama panjang yang kayaknya masih ada hubungan saudara sama tokoh lain di novel lain. Mada Giorafsan… Adamma Amindar dan Thyo Amindar (Semburat Senyum Sore). Apa Fabyan Sadamelik masih saudara sama Fajar Sadamelik (Semburat Senyum Sore)?

Dari tulisan di cover, katanya novel ini tuh psycothriller novel. Meski adegan terbunuhnya udah ‘tersusun rapi’, sayangnya nggak berkesan kalau buat aku. Kurang greget gituu thrillernya. Hehehe.

Membaca novel ini menurutku kayak baca buku psikologi ditambah filsafat. Karena banyak istilah-istilah (terutama) psikologi yang baru aku tahu dan gimana pemikiran-pemikiran filosofisnya Bonie. Soal istilah yang nggak awam emang ngebingungin sih, tapi jangan khawatir, karena di novelnya pun Vinca memberi penjelasan yang bisa dimengerti. Beneran deh, baca Seruak tuh selain dapet hiburan dapet juga ilmu psikologi. Sebenernya ada beberapa perilaku tokoh yang sering aku temukan di sekitar aku, dan pas baca Seruak aku jadi manggut-manggut sendiri dan bilang “Oooh… begitu ya.

Menurutku, kalau nggak suka-suka banget baca, bakal bilang novel ini membosankan. Kenapa? Karena banyak banget narasi-narasi panjang yang bikin gemes pengin nge-skip. Belum lagi narasi panjang itu ada di halaman-halaman pertama dan tetap ada sampai akhir. Nah, sayangnya kalau narasi-narasi panjang itu nggak dibaca atau nggak dipahami, ceritanya bakal longkap dan kamu bakalan banyak kehilangan poin penting. Aku juga sempet bingung sih waktu baca halaman-halaman pertama itu. Ada penggunaan kata ‘saya’ yang aku nggak ngerti itu siapa hahaha tapi akhirnya tau sendiri kok siapa si ‘saya’ ini.

Oh ya, satu hal yang menurutku agak ganggu ya… Ada kalimat-kalimat yang panjang tanpa jeda atau jeda satu koma. Bisa 40an kata dalam satu kalimat tanpa koma, bikin ngos-ngosan sih bacanya. Ya, mungkin kakak editornya lupa hehehe.

Overall, Seruak ini bener-bener excellent, cerdas dan ngebuka pikiran aku. Ada satu quote yang paling aku suka, saking sukanya sampai dipakai buat bio twitter hehehe


"The less you know, the more interesting I am." - Nina

Novel ini aku rekomendasikan buat kamu kamu yang suka hal-hal berbau psikologi dan yang suka mengamati hal-hal di sekitar kamu,


Selamat membaca!

:)

Sabtu, 07 Juni 2014

Novel Surat Untuk Ruth


Halo! Sebenernya udah lama banget baca novel ini tapi baru review sekarang hehehe. Agak telat sih tapi gak apa ya…


Oke, jadi Surat Untuk Ruth ini buku keempatnya Bernard Batubara (selanjutnya disebut Benzbara ya) yang aku baca. Sebelumnya aku pernah baca Kata Hati, Milana, dan Cinta. Novelnya jauh lebih tipis kalau dibandingkan dengan Cinta, tapi nggak beda jauh sama Milana.


Omong-omong soal Milana, Surat Untuk Ruth ini ternyata prekuelnya Milana (salah satu cerpen di Kumcer Milana). Sebagai pembaca yang udah baca Milana, ya akhir ceritanya kan udah bisa ditebak hehehe. Sebenernya jadi garing kalau aku baca cerita yang endingnya ketebak gitu. Tapi beneran deh, walaupun udah tahu arah ceritanya kemana, novel ini nggak bikin garing. Bedanya dengan cerpen Milana, dalam Surat Untuk Ruth ditulis berdasarkan sudut pandangnya Areno Adamar (Are) tentang hubungannya dengan Ruth alias Milana alias Ruthefia Milana. Tentu aja jadinya membangun perspektif baru buatku. Oh iya, sesuai dengan judulnya, alur cerita dalam novel ini dibentuk dari surat-surat yang ditulis Are.


Seperti tulisan-tulisan Benzbara sebelumnya, Surat Untuk Ruth mengambil latar tempat yang nyata dan benar-benar ada. Ada banyak latar tempat dalam novel ini seperti Selat Bali, Kuta, Ubud, Batu, dll. Tapi menurutku yang paling berkesan adalah pada saat penyebrangan dari Banyuwangi ke Jembrana. Serius, aku jadi pengin juga lihat senja di tempat itu. Soal deskripsi, jangan ditanya lagi. Rasanya selalu detail dan bikin aku pengin ke tempat itu. Out of topic sedikit, gara-gara baca Kata Hati dan Cinta, aku jadi menyempatkan untuk mampir ke Djendello Koffie dan Artemy Gelato, ternyata memang sesuai sama yang aku bayangin pas baca bukunya.


Aku suka karakter Ruth, aku juga suka cara Benzbara menganalogikan Ruth dengan Pisau Victorinox yang cantik tapi misterius. Menurutku karakter Ruth ini kuat banget dan sampai selesai baca pun rasanya tetap penasaran gitu sama Ruth. Sayangnya aku nggak begitu suka sama karakternya Are, rasanya terlalu biasa aja kurang menghanyutkan hehehe. Aku malah suka sama karakter pendukung yaitu Bli Nugraha dengan kalimat filosofisnya.


Ceritanya sedih ya, apalagi buat orang-orang yang saling jatuh cinta tapi nggak bisa bersama. Banyak bertebaran kalimat-kalimat romantis dan bikin galau ala-ala Benzbara yang bikin aku senyum-senyum sendiri. Sayangnya nggak sampai nutup bukunya dulu terus bilang “Ih… kampret!” karena ngerasa tertohok sama kalimat atau bagian ceritanya. Ya, itu subjektif sih ya, mungkin kalau dibaca sama yang lagi patah hati berat atau lagi sensi ya beda lagi ceritanya. Tapi yang jelas, setelah selesai baca novel ini, aku jadi melankolis dan….. sedih.Uhu~


Novel ini aku rekomendasikan buat kamu kamu yang suka cerita cinta-cintaan yang nggak berlebihan dan yang agak dewasa. Dewasa disini maksudnya lebih ke cerita cinta yang bukan cinta-cinta anak SMA, dan dengan gaya bahasa yang lebih sedikit baku. Juga bacaan yang bagus buat kamu kamu yang pengin refreshing sejenak di tengah jadwal yang padat karena ceritanya masih tergolong ringan dan halamannya juga nggak banyak.


Selamat Membaca!



:)

Minggu, 07 Juli 2013

Novel yang Asik Dibaca Selama Liburan

Eh, beberapa hari ini banyak banget temen yang tiba-tiba nanya sama saya, "Deb, buku yang bagus apaan sih? jangan yang berat-berat tapi..." Saya bingung mau jawab apa, padahal banyak buku yang saya baca, bagus dan materinya juga gak berat. Cocok dibaca hari gini waktu hidup lagi santai.

Saya tuh anaknya teenlit banget, hobinya baca teenlit, baca novel cinta-cintaan unyu padahal anak SMA aja bacanya novel Agatha Christie. Langsung aja, inilah 12 buku yang menurut saya asik buat dibaca pas liburan gini.


Percaya by Diego Christian   
Ceritanya lebih ke hubungan anak-orang tua, hubungan persahabatan, dan gimana caranya ngatasin konflik yang ada. Nggak ada cinta-cintaan unyu gitu. Bisa banget dibaca buat yang lagi males ngurusin urusan hati atau urusan cowok HAHA. 
 

Joker by Valiant Budi
Edan ini edan! kenapa saya bilang edan... karena twist cerita novel ini keren banget. Saya setuju sama pendapatnya Morgan SM*SH soal novel ini, waktu saya baca ceritanya, saya ngerasa banyak yang ganjil, dan akhirnya saya bengong sendiri waktu dapat jawabannya. 


Good Fight by Christian Simamora
Kalau yang tadi edan, yang ini epic! Luar biasa! Novelnya tebeeel banget, tapi asyik buat dibaca, serius deh. Ceritanya soal hubungan cinta yang rumit, yang hubungan benci-jadi-cinta, selingkuhan ketemu selingkuhan. Konfliknya apik banget, plotnya naik turun, ditambah 'bumbu' adegan saru yang tetep asik dibaca.Pokoknya seru banget!

"....tato yang senang mengintip-ngintip nakal dari balik lengan kaus cowok itu..."
- if you know what i mean ;)


Hujan dan Teduh by Wulan Dewatra
Saya kok ngerasa sinopsis belakang buku dan isi bukunya agak nggak berhubungan. Tapi karena isi ceritanya keren jadi nggak apa-apa deh. Kasihan, sama tokoh utama yang kena masalah terus, tapi gimana dia survive dan ngelewatin masalah itu, yang bikin saya menikmati buku ini sampai selesai. Ini tentang cinta. Dan sempat dibikin kesal juga sama si tokoh laki-laki, kok nyebelin sih. Saya suka aja gitu sama cara berceritanya Wulan Dewatra, deskripsinya bisa banget. 


One Last Chance by Stephanie Zen
Membaca buku ini bikin saya punya prinsip hidup baru, "Tidak ada patah hati yang tidak menghasilkan royalti.". HAHAHA ceritanya tentang penulis yang menjadikan mantan-mantan pacarnya sebagai tokoh utama di tulisannya dan dia selalu pakai nama asli mantan-mantannya itu. Sampai dia ketemu satu cowok, dan dia pengin nulis soal si cowok ini dengan akhir yang bahagia. Tapi nggak gampang dong karena ada salah satu tokoh di novel terdahulu (mantan pacarnya) yang bikin konflik disini. 


 Hujan Punya Cerita tentang Kita by Yoana Dianika
Saya suka covernya. Saya suka judulnya. Ceritanya apalagi. Ceritanya mengambil topik Kuliah Kerja Nyata yang jarang banget dibahas, dan saya baca novel ini sebelum KKN, terus saya langung kepengin KKN gitu. Saya sebagai pembaca sok tahu, ngerasa bisa nebak ending ceritanya, tapi ngeselin banget... endingnya antara ketebak, tapi enggak. hahaha gimana sih maksudnya, ya silakan baca aja sendiri. Asik banget. 
 

 Refrain by Winna Efendi
Too bad, saya belum nonton filmnya! Saya masih inget, waktu kelas 3 SMA, temen saya (cowok) baca buku ini di kelas dan saya jadi penasaran karena dia bilang bagus. Akhirnya saya baca dan..... sampai sekarang pun masih sering bolak-balik baca. Entah kenapa, walaupun ceritanya klise, soal sahabat jadi cinta, cinta segi banyak, anak basket-cheerleader, tapi nggak ngebosenin. Winna Efendi adalah salah satu penulis favorit saya, dan cerita yang biasa aja bisa dibuatnya menarik.


 Jump by Moemoe Rizal
Waku beli buku ini saya dihadapkan pada dua pilihan, antara 'Jump' dan 'Good Lawyer'. Tapi, otak teenlit saya memilih Jump untuk dibeli. Dan saya nggak menyesal walaupun sekarang novel 'Good Lawyer' susah banget dicari.
Ceritanya tentang kehidupan seorang eks-kapten cheerleader setelah turun jabatan. Asli, penuh intrik banget, tapi seru. Tapi ceritanya disini SMA yang highclass banget di Bandung, jadi jatohnya lebih kayak SMA di luar negeri gitu. Dan kayaknya novel ini terinspirasi dari Bring It On deh, karena setelah baca ini ya saya jadi keingetan Bring It On. Tapi seru banget, jadi tahu gimana suka-duka-nya anak cheerleader. Jadi pengin ngulang jaman SMA dan masuk cheerleader. *dilempar sepatu*


Heart Emergency by Falla Adinda
Personal literatur. Menarik. Karena jadi tahu gimana ribetnya kehidupan koas-koas yang selama ini cuma saya lihat di RSHS yang ganteng-ganteng. Kalau ditarik garis besarnya sih soal  lika-liku kehidupan percintaan si koas ini (Falla) mulai dari putus sama pacarnya yang udah 4,5 tahun, sampai ketemu orang baru yang akhirnya mereka pacaran LDR. Saya kan anaknya suka kepo sama hidup orang, jadi ya saya menikmati aja baca buku ini. Tapi saya masih penasaran sama artis yang periksa ke dokter kelamin itu, siapa ya kira-kira....

 
Dan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanti
Beda banget sama teenlit yang lain. Yang ini suram, tapi seru! Tokoh utamanya cowo dan cerita ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama. Konflik keluarga, percintaan, persahabatan, komplit satu paket disini.   Karakter utama (Leostrada) bikin saya jatuh cinta deh. Gara-gara novel ini, saya ngasih nama Mama Papa di kontak ponsel jadi Okasan Otosan hahaha. Meskipun banyak tulisan yang pakai capslok dan bahasa lisan disini yang bikin agak pusing, tapi alur ceritanya bagus. 

"Lo tahu poin bunuh diri?! Gue membunyikan sendiri gong akhir hidup gue, dan itu murni urusan gue!"
Lo tahu poin bunuh diri?! Gue membunyikan sendiri gong akhir hidup gue, dan itu murni urusan gue! - See more at: http://celotehsenja.tumblr.com/page/8#sthash.3Gj2K7GP.dpuf
Lo tahu poin bunuh diri?! Gue membunyikan sendiri gong akhir hidup gue, dan itu murni urusan gue! - See more at: http://celotehsenja.tumblr.com/page/8#sthash.3Gj2K7GP.dpuf
 

Cewek!!! dan Still... by Esti Kinasih
Ih, ini teenlit favorit saya waktu kelas 1 SMA. Waktu itu pinjam temen karena belum mampu beli sendiri. Saya suka novel Cewek!!! karena disini ceritanya soal pendaki gunung, hahaha. Tentang 3 cewek yang berbeda karakter, Langen, Fani, dan Febi dengan pasangannya masing-masing, Rei, Bima, dan Rangga. Suka dukanya pacaran sama anak pencinta alam. Bagian yang paling saya suka adalah waktu 3 cewek ini nantangin pacarna kebut gunung. Taktik mereka asik banget buat dibaca. Jadi pengin naik gunung juga. Jadi pengin punya pacar anak pencinta alam 
Sedangkan yang 'Still...' ini lebih fokus ke hubungan Fani dan Bima yang putus. Karakter Bima yang oh-so-arogan-bin-nyebelin-banget disini jadi mellow syahdu setelah putus dari Fani. Disini juga diceritain masa lalu si Bima sama mantan-mantannya yang bejibun itu. Enaklah dibacanya.

"First cut is the deepest." - Still...



Goodbye Happiness by Arini Putri
Novel berbau korea, bukanlah novel yang menjadi favorit saya. Saya cenderung malas ketika menemukan nama-mana asing di halaman pertama novel dan biasanya saya tidak melanjutkan membacanya, walaupun membaca, akan membutuhkan waktu yang lama. Tapi Goodbye Happiness menyuguhkan hal yang berbeda. Alur cerita yang menyentuh dan mengaduk emosi, membuat saya membacanya terus menerus hingga halaman terakhir kemudian membacanya lagi dan lagi...... sejauh ini saya belum bosan membaca ulang novel tsb.
 
"Apa pun jawaban kamu yang sebenarnya. Aku tetep berusaha percaya, kalau kamu sebenarnya sayang sama aku. Aku percaya itu, Skan."


Sekian 12 (13) novel 'ringan' yang (menurut saya) asik dibaca pas liburan gini. 
Selamat membaca, semoga suka. 

:) 

Minggu, 25 November 2012

Kumpulan Cerpen Sanubari Jakarta

Entah kenapa, bagi saya tema LGBT adalah hal yang menarik untuk dibahas. Termasuk dalam buku dan film "Sanubari Jakarta". Saya membaca bukunya karena hanya berkesempatan untuk menonton trailer film nya saja, saya belum menonton filmnya.

Dalam buku "Sanubari Jakarta" terdiri atas 10 cerita yang berbeda, tidak saling berkaitan, tetapi masih dalam satu benang merah yaitu cerita ini terjadi di kota jakarta.

Dari sepuluh cerita, ada beberapa cerita yang menurut saya menarik.

Malam ini Aku Cantik. Bercerita tentang perjuangan seorang ayah demi istri dan anaknya di pinggiran kota Jakarta. Bukan sekadar perjuangan yang biasa karena tokoh 'ayah' ini menjadi seorang transeksual meskipun pada dasarnya tidak. Saya selalu terharu dengan cerita-cerita tentang ayah :')

Lumba-lumba. Tentang perselingkuhan sepasang suami istri yang sama-sama menyukai jenis yang sama tapi menyerah dan tetap berhubungan dengan yang berbeda.
 
Kentang. Betapa cerita berjudul "kentang" benar-benar kentang!! Ini tentang kerinduan yang kentang, kena tanggung. Ceritanya sedikit saru, hanya saja poin plusnya, penulis menggambarkan cerita saru tanpa kata-kata yang terdengar saru.  

Kotak Coklat. Last but not least. Saya rasa cerita ini merupakan gong dalam buku ini. Saya suka sekali. Ceritanya sangat manis seperti coklat meski kotak coklat yang dimaksud bukanlah coklat makanan dan ceritanya juga (agak) menyentuh. Ceritanya tentang transeksual, tapi romantis dan tidak saru.

Cerita-cerita lainnya ada yang tentang kepribadian ganda, feminisme, lesbian, dll.
Karena tema yang diangkat adalah LGBT, mungkin akan membuat beberapa orang yang membaca buku ini merasa sebal dan muak, terlebih lagi ada beberapa atau mungkin banyak kalimat yang terdengar saru. Tapi bagi saya, kalimat-kalimat saru itu hanya sebatas untuk mempertegas cerita saja, tidak ada maksud lain. Membuat cerita semakin hidup dan tergambar nyata meski belum menonton filmnya.


Buat yang penasaran, silakan lari ke toko buku terdekat atau pinjam sama saya bukunya :)
Fyi, saya sukanya laki-laki kok :)

ini cover bukunya :)


:)